Bupati Morut dan Ketua Tim Penggerak PKK Tinjau Pelayanan KB di Desa Menyoe

1
Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi MARS meninjau pelayanan KB di Desa Menyoe, Kecamatan Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, pekan lalu.
Pelayanan KB tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (P2KBP3AD) Morut.
Dalam peninjauan itu Bupati didampingi Ketua TP PKK Morut Febriyanthi Hongkiriwang DJ Hehi dan Kepala Dinas P2KBP3AD Morut Drs. Romelius Sapara.
Pelayanan yang berlangsung di Puskesmas Pembantu (Pustu) Menyoe, berhasil melayani 15 akseptor dengan menggunakan alat kontrasepsi implan.
Sambil meninjau pelayanan tersebut, Bupati Delis mendekati beberapa calon akseptor sambil menjelaskan begitu pentingnya membina keluarga, termasuk dalam perencanaan jumlah anak.
“Banyak cara yang bisa dilakukan dalam ber-KB. Intinya, sebagai orang tua kita harus mampu merencanakan dan membina keluarga yang bertanggung-jawab,” jelas Bupati yang juga seorang dokter tersebut.
Penjelasan yang sama juga disampaikan Bupati Delis saat bertatap muka dengan pemuka masyarakat dan pasangan suami-istri yang mengikuti pernikahan massal di Balai Desa Menyoe.
Menurutnya, membina rumah tangga merupakan hal yang mutlak agar tercipta keluarga yang harmonis dan terkendali dengan baik.
Hal itu juga berlaku dalam merencanakan jumlah anak atau keturunan.
“Biar daerah dingin bagini, ba rem-rem sadiki juga,” seloroh Bupati yang disambut tawa hadirin.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Morut secara khusus memberi apresiasi dan berterima kasih kepada tim Dinas P2KBP3AD Morut yang melakukan pelayanan KB di daerah terpencil Menyoe ini.
Untuk tiba di Desa Menyoe, tim P2KBP3AD yang dipimpin Kadis Romelius Sapara harus menempuh perjalanan yang cukup berat dan melelahkan untuk tiba di pedalaman Suku Wana tersebut.
Masalahnya, mobil yang ditumpangi rombongan tim P2KBP3AD tertanam dalam lumpur dan tidak bisa bergerak akibat jalan yang rusak parah.
Karena pelayanan KB harus dilakukan di Menyoe akhirnya semua rombongan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki keluar-masuk hutan dan menyeberang sungai yang sedang meluap. (Ale/Ryo)

Leave a comment