Pasien Covid-19 di Morut Terus Melonjak, Rumah Sakit Lama Dimanfaatkan Lagi.

3
Pasien Covid-19 di Morowali Utara (Morut) yang terkonfirmasi positif terus meningkat. Akibatnya ruang isolasi tak bisa lagi menampung pasien yang terus bertambah.
Karena kondisi mendesak, maka rumah sakit lama yang selama ini tak ditempati dan sudah kosong melompong, terpaksa dimanfaatkan lagi untuk merawat pasien Covid-19.
“Keadaannya darurat. RSUD Kolonodale sudah tidak bisa menampung pasien lagi. Kita manfaatkan lagi gedung ini,” jelas Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi MARS, di sela-sela meninjau kondisi rumah sakit lama Kolonodale tersebut, Minggu siang (18/7/2021).
Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Wabup H. Djira K. S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Kesehatan Delnan Lauende, dan Direktur RSUD Kolonodale, dr. Sherly Pede.
Bupati melihat semua ruangan dan kamar mandi yang akan ditempati pasien. Ia juga menyaksikan para petugas mempersiapkan perlengkapan darurat, memasang lampu, tempat tidur dan perlengkapan lainnya.
Sambil berkeliling dan keluar-masuk ruangan, Bupati berpesan agar Kadis Kesehatan dan Direktur RSUD memastikan keadaan setiap ruangan bersih dan tidak ada atap yang bocor. “Walaupun ini keadaan darurat, kenyamanan pasien harus diutamakan,” jelas Bupati yang juga seorang dokter.
Menurutnya, kondisi saat ini sangat mengkhawatirkan. Suasana yang sama juga terjadi di beberapa kabupaten tetangga, sehingga sangat sulit merujuk pasien Covid-19 ke daerah lain.
Ia juga mengontak beberapa rumah sakit seperti di Luwuk, Palu dan Makassar, untuk mencari tabung oksigen yang kini sangat dibutuhkan pasien di rumah sakit.
Bupati menegaskan hal yang paling penting saat ini untuk mencegah dan menekan melebarnya virus Corona adalah perlunya disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 5M dan 3T.
“Masyarakat harus disiplin dan dengan penuh kesadaran mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.
Menurut Direktur RSUD Kolonodale dr Sherly Pede, persediaan oksigen saat ini sudah habis. Pihaknya masih menunggu droping dari Sorowako (Sulsel), namun cuma untuk kebutuhan satu hari.
“Dengan melonjaknya pasien Covid-19, setiap hari kita butuh 50-60 tabung oksigen setiap hari. Sekarang tidak ada stok,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruang isolasi covid di RSUD hanya 10 tempat tidur, sedangkan pasien 15 orang. Akibatnya ada dua pasien Covid yang dititip di UGD (Unit Gawat Darurat).
Menurut Sherly, kondisi ini sebenarnya tidak bisa karena sangat berisiko terhadap pasien non-covid yang masuk UGD.
Sementara untuk rumah sakit lama, telah disiapkan ruangan untuk menampung 25-30 pasien Covid.
“Sore ini juga sudah ada pasien Covid yang akan masuk di sini (RS lama),” jelasnya. (Ale/Ryo).
©Media Center Delis & Djira

Leave a comment